Beranda / Bengkulu / Bengkulu Selatan / Diduga Gunakan Reng Kayu Bekas dan Tidak Sesuai RAB, Pengerjaan Revitalisasi TK Uswatun Hasana Disorot

Diduga Gunakan Reng Kayu Bekas dan Tidak Sesuai RAB, Pengerjaan Revitalisasi TK Uswatun Hasana Disorot

Bengkulu Selatan,Tintamas.id — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan program strategis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas melalui rehabilitasi maupun pembangunan.

Pada tahun 2026 ini, TK Uswatun Hasana di Kecamatan Bunga Mas mendapatkan bantuan revitalisasi yang dilaksanakan oleh P2SP. Pekerjaan direncanakan berlangsung selama 90 hari kalender, terhitung sejak 23 Juli hingga 21 Oktober 2026, dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026. Nilai bantuan yang dialokasikan sebesar Rp333.874.000,00.

Namun, hasil pantauan langsung di lapangan yang dilakukan media ini sebagai wujud pelaksanaan fungsi pengawasan sosial menunjukkan hal yang memprihatinkan. Diduga, reng kayu yang digunakan dalam pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kayu yang dipakai dinilai bukan kualitas kelas satu, dan sebagian besar diduga merupakan reng kayu bekas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah TK Uswatun Hasana pada awalnya menyatakan tidak mengetahui hal tersebut, lalu mengarahkan awak media untuk menghubungi Ketua P2SP. Sementara itu, Ketua P2SP saat dihubungi menyatakan bahwa kayu yang digunakan adalah kayu kelas satu, dan justru mengarahkan kembali untuk menanyakan hal tersebut kepada Kepala Sekolah.

Ketika dikonfirmasi kembali, Kepala Sekolah menyatakan: “Kami menyesuaikan seluruh material, kayu tersebut sudah sesuai RAB dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Apa yang Bapak temukan di lokasi itu sudah kami sesuaikan dengan ketentuan dari pusat. Silakan dicatat, karena semuanya sudah sesuai prosedur. Dalam setiap tahapan pengerjaan, kami selalu menyampaikan laporan kepada pusat. Segala hal yang berkaitan dengan perubahan teknis sudah berkonsultasi dengan pihak pusat.”

Sampai saat ini, pengerjaan masih berlangsung dan media akan terus memantau perkembangannya.(Dinaro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version