Perlu Kerja “Mapalus” Kita Bangkitkan Mutu Pendidikan di Sulut

Manado, Tintamas.id – Untuk membangkitkan dan memajukan mutu pendidikan di Sulut perlu kita lakukan kerja secara “Mapalus” (Gotong Royong) atau kerjasama dan kolaborasi semua pihak baik Balai Penjaminan Mutu Pendidikan UPT Kemendikdasmen (BPMP) dinas Pendidikan Daerah termasuk Pemerintah Daerah, Provinsi dan 15 Kabupaten , Kota masyarakat luas serta kalangan Pers atau wartawan.

Foto – Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST dan Ketua AGIS Sulut , Dr Yudy Dien SE Dalam Diskusi Akhir Tahun Dengan Jurnalis Sumikolah Sulut

Selain itu penempatan Kepala Dinas Pendidikan didaerah termasuk di 15 Kabupaten dan Kota harus berkompetensi yang baik dan juga Kepsek serta jangan lagi ada Pelaksana Tugas ( PLT) Kepsek baik di PAUD, SD, SMP hinga SMA dan SMK.

Tanpa kita kerja secara” Mapalus” dan mengangkat Kepala Dinas serta Kepsek tidak berkompeten rasanya sulit kita untuk mendapatkan mutu pendidikan dari PAUD; SD; SMP hinga SMA dan SMK serta sekolah lainnya dimasa datang terutama menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut terungkap dalam Diskusi Akhir Tahun 2025 dengan Topik ” Mapalus Untuk Kebangkitan Pendidikan Sulawesi Utara ” di Hotel Mercure Resort Tateli di Minahasa Selasa (23/12) .

Dalam Diskusi yang diselengarakan oleh BPMP Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen tersebut hadir sebagai pembicara Febry Dien ST.M.Inf.TecH ( MAN) Kepala BPMP Sulut; Dr Arnold Poli SH MAP Ketua Aliansi Guru Seluruh Indonesia Sulut (AGIS) yang juga Direktur IPDN Tampusu Tomohon di Sulut dan Dr Yudi Dien SE Ahli Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat.

Sementara peserta staf BPMP dan kalangan Pers termasuk Jurnalis Sumikolah Sulut .Moderator Stevi Mononimbar S.Pd.M.Pd.

Foto -Kepala BPMP Febry Dien dan Dr Arnold Poli SH MAP Bersama Jurnalis

Menurut Febry Dien membangun pendidikan luas dan banyak tantangan. Apalagi untuk meningkatkan mutu pendidikan kedepan . Kita butuh kerja sama secara Mapalus dengan semua pihak didaerah termasuk kalangan Pers. Karena Pers sering dilapangan dan melihat langsung.kondisi sekolah. Menurut Febry Dien komitmen Pemerintah pusat lewat Kemendikdasmen sangat besar dan serius membantu sektor pendidikan didaerah termasuk di Sulut lewat bantuan dana Revitalisasi ratusan setuan pendidikan dari PAUD hinga SMA dan SMK.

Kemudian juga ada bantuan interaktiv Flet Panel ( IFP) Smartboard setiap sekolah serta ada bantuab Leptop serta ada program Makan Bergizi Gratis ( MBG) .” Ini semua tujuannya untuk memajukan mutu pendidikan di Sulut. Bantuan selama tahun 2025 itu sudah terealisasi semua.

Namun butuh kerjasama secara Mapalus dalam kita membangun sektor pendidikan terutama dalam memanfaatkan bantuan Kemendikdasmen. Agar ada kerjasama yang baik. Karena tahun 2026 akan terus berlanjut bantuannya.

Dari evaluasi program Revit sudah rampung sebagian besar. Dan untuk Smartboard sudah diterima semua sekolah .Ini harus dimanfaatkan dengan baik dan dirawat juga. Terkait Sistim Penerimaan Murid Baru ( SPMB) tahun 2025 itu berjalan baik dan tidak ada gejolak. Febry Dien berterimah kasih kepada Jurnalis Sumikolah karena terus memantau kegiatan disekolah dan juga di BPMP.

Foto – Kepala BPMP Febry Dien ( kiri) Menyerahkan Sertifikat kepada Pembicara Dr Arnold Poli SH MAP ( Kanan)

BPMP kata Febry Dien terus juga memberikan masukan dan arahan secara terus menerus dalam meningkatkan kinerja Kepsek serta guru guru karena itu tugas kita.BPMP sangat terbuka dengan Pers staf juga sangat Welcome untuk meminta data apa saja kita betikan bahkan malam hari ada wartawan minta data kita berikan” Kita ingin masukan dan kritik serta saran dari pers kita terima dan juga harus ada konfirmasj bila ada data belum akurat.

Rekrutmen Kepsek

Sementara Arnold Poli mengatakan, mutu atau kualitas sekolah itu tergantung kualitas Kepsek dan guru guru. Serta ada kerjasama yang kompak Kepsek dan guru guru.

Menurutnya untuk merekrut Kepala Dinas dan Kepsek itu harus yang berkompeten sesuai dengan bidang pendidikan.
Menurut Poli yang juga berlatarbelakang guru saat menjadi Kepsek disalah satu SMA Swasta di Tateli Minahasa dirinya pantau dan awasi guru guru dalam tugas. Dan sebagai Kepsek harus mengerti tugasnya.

Jadi menurut Poli Kepsek itu harus berkompeten. Dan jangan ada lagi Kepsek yang hanya Pelaksana Tugas ( PLT). Sudah harus dilantik Kepsek Devinitif karena kalau hanya PLT kerja tidak fokus . Terkait Akreditasi Sekolah pihaknya juga pertanyakan Badan Akreditasi Nasional (BAN) karena kriteria sekolah Akreditasi ” A” itu sering jadi masalah.

Poli juga menyoroti masih sedikit siswa kita lolos Olimpiade Since Nasional ( OSN) tahun ini hanya dua saja.Ini harus didorong agar lebih banyak lagi yang ikut dan itu mutu sekolah harus ada agar siswa bisa lebih banyak ikut OSN

Foto – Dr Arnold Poli ( kiri) saat memberikan Sertifikat secara simbolis Kepada peserta dari Jurnalis Sumikolah Fanny Waworundeng

Untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri tanpa tes juga masih sedikit. Ini perlu ada kajian. Guru guru kata Poli harus bekerja baik ada beberapa hal yang harus dilakukan guru seperti perencanaan mengajar, menevaluasi juga menganalisis dalam tugas. Terkait jumlah guru yang kurang saat ini guru Agama, Guru Bimbingan Konseling, Dan Guru olahraga.” Ini perlu ada perhatian” kata Poli.

Dalam diskusi juga sejumlah kalangan Pers seperti Vanny Loupaty, Frangky Supit dan Ferry Tumimomor serta Arnold Yohanes dan Fanny Waworundeng mengapresiasi Diskusi Akhir tahun yang dilakukan BPMP. Menurut Loupaty mengurus pendidikan berat dan kompleks. Dan tugas BPMP bersama Dinas Pendidikan harus kerja keras untuk majukan mutu pendidikan. Menurut Frangky Supit dukungan pemerintah dalam proyek revit itu punya dampak positif bagi pendidikan di Sulut seperti Revit dan Smartboard. Untuk jabatan Kepsek harus berkompeten Arnold Johanes berharap kekurangan guru dibeberapa skolah harus dipenuhi dan juga sesuai kompetensi.

Untuk masalah kurang siswa OSN dan masuk PTN tanpa Tes, Fanny berharap kedepan harus lebih meningkat. (Fanny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *