GMNI Tegaskan Pentingnya Pengembangan Wisata Berkelanjutan Berbasis Kerakyatan

Bengkulu Selatan, Tintamas.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) memandang sektor pariwisata tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi harus mampu menjaga kelestarian alam, memperkuat budaya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Prinsip ini sejalan dengan ajaran Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP GMNI Bidang Parawisata M. Fachrurozi Jayadi, Senin/09/02/2026.

Disampaikan bahwa Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, namun pengelolaannya harus dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan.

“Wisata berkelanjutan harus melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton di tanahnya sendiri” ucap Fachrurozi.

GMNI mendorong pemerintah daerah untuk:

1. Mengembangkan kebijakan pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.

2. Memberikan ruang dan dukungan kepada masyarakat lokal, UMKM, dan kelompok adat dalam pengelolaan destinasi wisata.

3. Mencegah praktik eksploitasi alam dan komersialisasi berlebihan yang merugikan rakyat dan merusak lingkungan.

Selain itu, GMNI juga siap berperan aktif melalui edukasi, pendampingan masyarakat, serta advokasi kebijakan guna memastikan pembangunan pariwisata berjalan sesuai prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan.
“Pariwisata yang sejati adalah pariwisata yang memerdekakan rakyat, menjaga alam, dan memperkuat jati diri bangsa,”

GMNI berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda dapat mewujudkan sektor pariwisata yang berdaulat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat di Kabupaten Bengkulu Selatan.(Dinaro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *