Tahuna, Tintamas.id — Usaha air minum isi ulang kini telah menjamur di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, bahkan merambah hingga ke wilayah kecamatan. Namun, di tengah persaingan tersebut, Maestro Air Isi Ulang tetap menjadi primadona masyarakat berkat pelayanan prima yang konsisten selama 15 tahun.
Tak hanya melayani pelanggan di wilayah perkotaan, Maestro Air Isi Ulang juga menjangkau masyarakat di daerah perbatasan, seperti Pulau Kawaluso, sebuah wilayah yang dikenal memiliki akses cukup menantang.

Usaha yang dikelola oleh pasangan suami istri Juvri Lonteng dan Debrina Onthoni ini menanamkan nilai pelayanan dengan sepenuh hati. Mulai dari antar-jemput galon air, hingga membersihkan galon pelanggan, semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Debrina Onthoni mengisahkan bahwa usaha air isi ulang tersebut dirintis sejak era kepemimpinan Bupati H. R. Makagansa. Meski telah beberapa kali terjadi pergantian kepemimpinan daerah, Maestro Air Isi Ulang tetap bertahan dan bahkan terus berkembang.
“Kami memulai usaha ini dengan niat melayani. Prinsip kami sederhana, bagaimana pelanggan merasa dimudahkan dan puas. Puji Tuhan, sampai hari ini Maestro masih dipercaya dan dicintai masyarakat Sangihe,” ujar Debrina.
Hal senada disampaikan Juvri Lonteng yang menegaskan bahwa pelayanan adalah kunci utama keberlangsungan usaha mereka.
“Bagi kami, pelanggan bukan sekadar konsumen, tapi keluarga. Karena itu, kami berusaha hadir sampai ke lorong-lorong kecil, bahkan ke wilayah perbatasan, demi memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi,” ungkap Juvri.
Menariknya, Maestro Air Isi Ulang memiliki karyawan khusus yang bertugas masuk keluar lorong permukiman untuk menjemput galon kosong dan mengantarkannya kembali ke rumah pelanggan.

Pelayanan antar-jemput juga menjangkau kapal taksi antar pulau di Kecamatan Tatoareng. Cukup dengan menghubungi nomor layanan, pelanggan akan dimanjakan dengan pelayanan cepat dan responsif.
Dengan dedikasi dan komitmen pelayanan yang terus dijaga selama 15 tahun, Maestro Air Isi Ulang bukan sekadar usaha, melainkan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kepulauan Sangihe, termasuk mereka yang tinggal di wilayah perbatasan.
(Andy Gansalangi)
